Tampilkan postingan dengan label sejarah asia barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah asia barat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Januari 2014

Perang Teluk II dan III



A.    Latar Belakang Munculnya Krisis Teluk II
Perang teluk II dimulai ketika Irak melakukan Invasi ke Kuwait pada tanggal 2 Agustus 1990. Irak dengan strategi gerak cepat langsung menguasai Kuwait. Invasi yang dilakukan Irak ke Kuwait ini disababkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah terjadiya Perang Delapan Tahun dengan Iran dalam Perang Irak – Iran. Akibat invasi ini, Arab Saudi meminta bantuan Amerika Serikat tanggal 7 Agustus 1990. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi pada 6 Agustus 1990. Amerika Serikat mengirimkan bantuan pasukannya ke Arab Saudi yang disusul negara-negara lain baik negara-negara Arab kecuali Syria, Libya dan Yordania serta Palestina. Kemudian datang pula bantuan militer Eropa khususnya Eropa Barat (Inggris, Perancis dan Jerman Barat), serta beberapa negara di kawasan Asia.
Faktor –faktor yang menyebabkan terjadinya perang:
š Sebab khusus : adanya serangan Irak terhadap Kuwait tanggal 22 Agustus 1990 yang berhasilmenduduki Kuwait 
š Terjadinya pelanggaran kuota minyak yang dilakukan oleh Kuwait, Arab dan Uni Emirat Arab sehingga produksi minyak melimpah, akibat harga minyak anjlok. Irak waktu itu mengandalkan pendapatan negara dari sektor  minyak sangat terpukul dengan peristiwa ini. Irak yang waktu itu sedang membangun negaranya yang rusak akibat perang melawan Iran.
š Kuwait dituduh mencuri minyak Irak di Padang Rumelia yang terletak diperbatasan kedua negara ( dipersengketakan )
š Ambisi Sadam Husen untuk tampil sebagai orang nomor satu dan dihormati didunia Arab.
š Kuwait dituduh mencuri minyak Irak di Padang Rumelia yang terletak diperbatasankedua negara ( dipersengketakan )

B.     Latar Belakang Munculnya Perang Teluk III
Awal tahun 2003 AS berniat menyerang Irak dengan alasan  irak memiliki senjata pemusnah massal seperti senjata kimia, biologi dan nuklir dengan bukti  foto-foto satelit , PBB pun memeriksa persenjataan di Irak bulan Januari dan Pebruari 2003 hasilnya mereka tidak menemukan bukti – bukti kepemilikan senjata tersebut di Irak. Namun AS tetap pada rencananya walaupun banyak  negara yang menentangnya. Akhirnya tanpa mandat PBB dibantu Inggris dan Australia pada tanggal 20 maret 2003 AS mulai melakukan penyerangan kewilayah Irak dan selanjutnya Irak bertahan dengan membalas serangan tersebut terjadilah peperangan antara keduanya.

C.    Akibat Dari Krisis Teluk II
Krisis teluk yang terjadi saat itu  membawa akibat yang buruk bagi negara – negara yang berperang, yaitu  Amerika semakin kuat pengaruhnya di Timur Tengah, lading minyak Kuwait mengalami kehancuran serta terkena blokade ekonomi dan sanksi embargo dari PBB.
Dalam jangka pndek (kurang dari 1 tahun), perang Irak ini memang berdampak negatif terhadap konsumen dan perusahaan dalam hal naiknya biaya operasional. Namun kenaikan tersebut tidak akan besar karena pemerintah sudah mem-peg maksimum kenaikan BBM di tahun 2003 sebesar 10.3% dari harga BBM saat ini.
Dalam jangka waktu yan lebih panjang, (bergantung pada lamanya perang dan waktu yang di perlukan untuk membangun infrastruktur industri perminyakan di Irak), harga minyak diperkirakan aka turun kembali akibat membanjirnya suplai minyak Irak di pasar dunia. Hal ini akan mengakibatkan turunya penerimaan minyak Indonesia yang tentunya dapat membuat ekonomi Indonesia mengerut jika ketergantungan terhadap minyak masih berlanjut.

D.    Akibat Dari Krisis Teluk III
ù  Jatuhnya Partai Baath dan Saddam Hussein yang sebelumnya memegang kuasa di Irak sejak Februari 1968 sampai 2003.
ù  Pengambil alihan pemerintahan Irak yang dilakukan oleh pasukan Koalisi.
ù  Munculnya pemberontak – pemberontak Irak dan kekerasan antar kelompok di Irak
ù  Pemilihan pemerintah Irak yang  baru


Daftar Pustaka

Abd. Rahman . Musthafa. 2003. Geliat Irak Menuju Pasca Saddam. Jakarta:Buku Kompas
Safari, Drs. Mohammad dan Drs. Almuzzammil Yusuf. 2003. Perang Iraq – AS Hegemoni Baru AS di Timur Tengah dan Dampak Globalnya. Jakarta:Center For Middle East Studies
 

Saddam Hussein



Saddam Hussein Abd al-Majid al-Tikritilahir di Al-Awja, Irak pada tanggal  28 April1937. Dalam bahasa Arab, nama Saddam berarti orang yang keras kepala atau dia yang menantang, Nama Hussein adalah nama kecil ayahnya, Abd al-Majid adalah nama kakeknya, dan at-Tikriti berarti ia dilahirkan dan dibesarkan dekat Tikrit. Ia biasa dipanggil Saddam Hussein, atau hanya Saddam untuk lebih singkatnya.
Saddam Hussein merupakan seorang presiden Irakpada periode 16 Juli1979 hingga 9 April2003yang diktator. Dalam wilayah timur tengah, Saddam Hussein adalah tokoh yang pernah disegani karena keberaniannya menentang Amerika Serikat dan Israel sehingga pernah mendapat julukan sebagai ”Singa Padang Pasir”. Namun dibalik popularitasnya itu, ia merupakan seorang yang sangat keras dan penuh dengan kontroversi. Pada masa kepemimpinannya, ia dilaporkan  telah menghabisi kelompok-kelompok yang dianggap menentang dan menjadi musuh politiknya.
Saat usianya masih 20 tahun, Saddam Hussein sudah terjun dalam dunia politik dengan bergabung dalam partai Baath, ia memainkan peran penting dalam kudeta yang dilakukan partai Baath terhadap presiden Irak Abdul Rahman Arif pada tahun 1968. Kudeta itu sendiri dipimpin oleh ketua partai Baath, Hasan Al-Bakr yang kemudian setelah kudeta mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden. Karena Saddam Hussein merupakan saudara sepupu dari Hasan Al-Bakr, maka Saddam kemudian diangkat sebagai wakil presiden selama 15 tahun.
Pada rentang waktu 15 tahun itu pulalah Saddam melakukan berbagai aksi represif terhadap rakyat Irak. Hal ini membuat dirinya semakin berkuasa sehingga pada akhirnya berhasil menyingkirkan sepupunya sendiri, Hasan Al-Bakr dengan merebut kursi kepresidenan. Tak lama kemudian ia berhasil menjadi pemimpin partai Baath. Pada saat menduduki  jabatan sebagai pimpinan tertinggi partai inilah ia melakukan pembersiahn besar-besaran dalam tubuh partai.  Para penentangnya baik itu lawan politik, maupun ulama disiksa dalam penjara. Bahkan ada yang dibunuh. Selama 35 tahun kepemimpinannya dalam partai Baath, Saddam  telah melakukan pembantaian massal terhadap suku Kurdi di utara Irak serta warga Syiah di selatan Irak. Sebagai presiden, Saddam menciptakan pemerintahan yang otoriter dan mempertahankan kekuasaannya melalui Perang Iran-Irak (1980–1988) dan Perang Teluk (1991). Kedua perang itu menyebabkan penurunan drastis standar hidup dan hak asasi manusia. Pemerintahan Saddam menindas gerakan-gerakan yang dianggapnya mengancam, khususnya gerakan yang muncul dari kelompok-kelompok etnis atau keagamaan yang memperjuangan kemerdekaan atau pemerintahan otonom.
Hubungan antara Saddam dengan Amerika Serikat sangat nampak pada saat invansi Irak ke Iran pada tahun 1980. Invasi itu terjadi persis setelah pecahnya Revolusi Islam Iran yang dipimpin oleh Imam Kahomeini, yang berhasil menumbangkan raja boneka buatan amerika serikat yaiti Reza Syah Pahlevi. Kelompok revolusi inilah yang kemudian berkuasa dan bersikap sangat vokal dalam menentang imperialisme Amerika Serikat. Sejak berkuasanya kaum revolusi di Iran, otomatis Amerika sudah tidak bisa  lagi mengeksploitasai kekayaan alam Iran sebagaimana telah dilakukannnya selama era pemerintahan Pahlevi. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan Amerika Serikat meminta bantuan kepada Saddam Hussein yang sekaligus mendorong invasi Irak atas Iran.
Selama masa perang Irak-Irannegara yang menjadi sekutu dan paling gencar memberi dukungan  politik dan dana adalah Amerika Serikat.  Bahkan diduga kuat negara Barat turut membantu Saddam Hussein dalam memproduksi senjata pembunuh masal yang digunakan dalam menyerang Iran.
Akibat yang ditimbulkan dari adanya perang yang di kobarkan oleh Saddam Hussein yaitu ribuan warga sipil Iran menjadi korban. Iran juga harus menelan kerugian materiil ratusan miliar dolar dan mengalami ketertinggalan dalam bidang ekonomi dan sosial.
Saddam Hussein dikenal sangat kejam terhadap musuh-musuhnya, saat perang Irak-Iran ia menggunakan senjata dan boom kimia berbahaya yang dapat membunuh puluhan ribu orang, tidak kurang dari 45.000 korban yang selamat terpaksa harus hidup dengan menanggung berbagai penyakit akibat terkontaminasi senjata kimia.
Akibat perang tersebut Irak juga mengalami kerugian dan kemerosotan ekonomi selama bertahun-tahun. Banyak rakyat yang menderita dan kemudian  memunculkan gerakan oposisi yang berupaya menggulingkan Saddam Hussein dari kursi kekuasaannya. Keadaan semakin parah ketika Amerika Serikat berkhianat dengan melakukan embargo ekonomi selam 12 tahun kepada Irak.
Setelah kalah dalam usahanya untuk menguasai Iran, Saddam pun mulai dikhianati oleh sekutunya itu. Atas lampu hijau dari AS, pada tahun 1991 Saddam menyerang Kuwait dengan tujuan menguasai ladang-ladang minyak di negeri itu. Namun, setelah serbuan Saddam ke Kuwait, AS malah menggalang pasukan multinasional untuk membela Kuwait. Tentu saja pasukan Saddam yang memang sudah lemah karena delapan tahun bertempur dengan Iran, dengan mudah bisa dipukul mundur oleh AS dan sekutu-sekutunya. Kelemahan posisi Saddam dimanfaatkan oleh sebagian bangsa Irak untuk memberontak dari diktator yang selama ini sudah menyengsarakan mereka itu.
Amerika Serikat kemudian menginvasi irak pada tahun 2003. Dengan liciknya Amerika berhasil menggiring opini dunia dengan membuat tuduhan bahwa Saddammempunyai senjata pemusnah massal yang dapat mengancam keselamatan dunia. Atas alasan tersebut Amerika Serikat bersama koalisinya pun  menginvasi Irak dan menagkap Saddam Hussein dengan tuduhan sebagai penjahat perang. Akhirnya Saddam pun lengser dari kursi kepresidenan dan Irak pun dikuasai oleh pemerintahan boneka yang dibuat oleh Amerika Serikat serta Inggris. Saddam Husseinditangkap oleh pasukan-pasukan AS pada 13 Desember2003. Pada 5 November2006 Hakim Ketua Rauf Rasheed Abdel Rahman menjatuhkan hukuman mati dengan cara digantung kepadanya atas kejahatan terhadap umat manusia. Pada 26 Desember2006, Mahkamah Agung Irak menyatakan untuk segera melaksanakan vonis yang telah dijatuhkan. Pada 30 Desember2006 Saddam dieksekusi.


Daftar Pustaka
Cahyo, Agus N.2011.Tokoh-Tokoh Timur Tengah yang Diam-Diam Jadi Antek Amerika dan Sekutunya.Yoyakarta: DIVA Press.
Riza, M.Sihbudi. 2000. Islam Dunia Arab Iran: Bara Timur Tengah. Bandung: Mizan.
Adams,Simon. 2007. SejarahDunia. Jakarta: Erlangga.

Selasa, 16 April 2013

Sebuah Puisi Untuk Palestina



Sebuah Puisi Untuk Palestina

Disana,,,

Ditanah para Nabi yang terluka ..

Tak ada lagi ketenangan yang tercipta

Hari-hari diisi dengan suara ledakan

Jutaan tembakan melayang-layang di angkasa

Anak-anak tak berdosa itu,,,

Kehilangan bapak ibu mereka

Kedamaian bagaikan fatamorgana

Kemudian satu juta pahlawan Palestina tercipta

Dengan keberanian luar biasa
Dengan semangat
yang membara
Bergerak bersama-sama

Bersenjata batu-batu neraka

Siap melumat Israel durjana sejadi-jadinya

Tanpa sisa...